Jumat, 20 Mei 2022

Analisis Manajemen Layanan Sistem Informasi Shopee terkait ITIL

 Shopee 

(Analisa Framework ITIL V3) 

 

        Shopee merupakan salah satu aplikasi e-commerce berbasis andorid atau ios, dan dapat juga diakses pada website resmi. Pada tahun 2015, shopee diluncurkan sebagai sebuah platform yang disesuaikan untuk tiap wilayah. Melalui dukungan pembayaran dan logistik yang kuat, shopee menyediakan pengalaman berbelanja online yang mudah, aman, dan cepat bagi pelanggan . Shopee merupakan pasar mobile pertama yang menjalankan bisnis C2C (Customer to Customer) mobile marketplace, dimana pengguna bisa berbelanja serta berjualan kapan saja. Layanan Shopee diperuntukkan untuk siapa saja dan bisa diakses secara gratis.

        Aplikasi e-commerce dengan berlogo keranjang berwarna oranye ini terus berkembang, yang pada awalnya berpusat di Singapura lalu meluas ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, diantaranya Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Taiwan, dan Philipina. Di dalam aplikasi ini, terdapat banyak macam barang yang dijual, mulai dari peralatan rumah tangga, pakaian, barang elektronik, alat kecantikan, juga voucher pulsa, dan masih banyak yang lainnya.

Saat ini, shopee menjadi aplikasi e-commerce yang paling banyak diunduh masyarakat global pada tahun 2021 yang telah mengalahkan Amazon (yang sebelumnya berada di puncak). Bahkan menurut riset AppTopia, sebanyak 203 juta unduhan aplikasi shopee (pada tahun 2011).


         Seperti yang sudah kita ketahuu sebelumnya, ITIL (Information Technologi Infastructure Library) merupakan suatu rangkaian konsep dan teknik dalam pengelolaan infrastuktur, pengembangan, juga operasi Teknologi Informasi (TI). Pada kesempatan kali ini, saya akan menganalisa mengenai hal-hal dasar dari infrastruktur perusahaan shopee dengan 5 standar dari ITIL (Information Technologi Infrastructure Library) sebagai berikut :

 

1. Service Strategy

Service strategy digunakan sebagai panduan bagaimana cara dan mekanisme yang dianut untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam memberikan layanan yang baik.

Shopee sudah memberikan aksi yang nyata dimana berhasil menarik minat masyarakat untuk menggunakan aplikasi ini dengan menyediakan berbagai fitur yang menarik dengan akses yang mudah. Tak hanya itu, dalam menarik minat masyarakat shopee juga menawarkan berbagai promo serta voucher gratis ongkir. Seperti yang kita ketahui, shopee rutin mengadakan promo tanggal kembar tiap bulannya (contoh:12.12 yang berarti tanggal 12 bulan 12).  




2. Service Design

Service design memberikan panduan bagaimana sebuah perusahaan merancang ekosistem (infrastruktur dan superstruktur) teknologi informasi untuk memberikan layanan kepada pengguna. Pada domain ini, shopee hadir dengan tampilan interface yang mudah dimengerti oleh user. Shopee juga merancang sebuah sistem agar webnya dapat juga diakses via mobile. Fitur-fitur yang disediakan memiliki susunan dan tampilan yang rapih serta muudah dipahami terlebih untuk melakukan penelusuran, pemilihan produk, pembayaran, dan fitur lainnya.




 

3. Service Transition

Service transition memberikan panduan bagaimana suatu organisasi bertransformasi atau melakukan perubahan dengan mengembangkan kemampuan untuk mengubah hasil design layanan TI baik layanan yang baru maupun yang diubah spesifikasinya ke lingkungan operasional. Pada domain ini, aplikasi shopee yang awalnya merupakan aplikasi jual-beli online dengan menyediakan metode pembayaran via m-banking maupun transfer via ATM, kini menyediakan metode pembayaran yang dikemas dengan sistem e-wallet yaitu fitur shopee pay. Fitur ini bertujuan untuk menyimpan dana kita atapun dana ketika terdapat pengembalian dari pihak seller. Kita dapat menyimpan uang pada fitur ini yang nantinya dapat digunakan untuk melakukan kegiatan berbelanja. Selain itu, shopee juga menyediakan fitur baru yang semakin memudahkan pelangga untuk berbelanja, yaitu fitur shopee pay later dimana fitur ini mirip dengan kartu kredit yang diperuntukkan untuk membantu pembeli yang belum memiliki dana yang cukup, namun menginginkan membeli barang yang dijual saat itu juga. Metode pembayaran dilakukan dengan ‘bayar kemudian’ yang memungkinkan pengguna membayar secara bertahad (cicil) di beberapa bulan ke depan.





4. Service Operation

Service operation merupajakan sebuah layanan harian untuk kebutuhan IT bagi para pelanggan dengan bertujuan untuk memastikan customer mencapai tujuannya. Pada domain ini, pemilik layanan bertanggung jawab atas kinerja layanan dan memastikan kepuasan pelanggan dengan layanannya tersebut. Menurut saya, aplikasi shopee sudah hampir maksimal dalam standar service operation ini. Saat ini, shopee memperoleh rating 4.6 / 5 , dimana terbilang cukup baik. Namun, ternyata masih terdapat keluhan dari pengguna pada kolom review yang kurang puas dengan aplikasi ini karena sering terjadi error, server down, dan eksekusi yang lama, terlebih juga berdasarkan pengalaman saya sendiri , aplikasi ini masih sering mengalami gangguan pada saat ingin melakukan pembayaran terlebih saat pekan promo besar-besaran. Namun, meski begitu pihak shopee responsif memberi tanggapan terhadap keluhan user dan terus melakukan perbaikan.

 

5. Continual Service Improvement

Pada tahap ini, dalam rangka membangun manajemen layanan yang lebih baik, diperlukannya perbaikan berkesinambungan secara terus menerus untuk mengembangkan layanan yang ada dengan menghadirkan inovasi-inovasi baru. Dalam hal ini, aplikasi shopee selalu melakukan pembaruan fitur, aplikasi ini terus berinovasi untuk menyediakan fitur yang lebih menarik dan mempermudah kegiatan jual-beli secara online agar semakin banyak masyarakat yang menggunakan aplikasi ini dan untuk menciptakan loyal customer.  


Kesimpulan

Menurut saya, aplikasi shopee sudah hampir memenuhi standard dari ITIL V3, dengan perbaikan yang terus dilakukan oleh aplikasi ini memungkinkan pelayanan yang baik dapat terus diberikan oleh shopee kepada para user. Namun, dalam hal menjamin kenyamanan user dalam berbelanja di e-commerce ini, shopee terbilang sangat menjaga kenyamanan tersebut dengan memberikan solusi apabila terdapat kendala dengan barang belanjaan yang sudah dibeli. 


Seperti contoh kasus yang pernah saya alami pada saat saya berbelanja di shopee. Barang yang sudah saya pesan dan bayar, tidak kunjung saya terima sampai melebihi waktu estimasi. Lalu, saya mengajukan pengembalian dana. Dan, dengan estimasi waktu pengembalian dana yang telah diperkirakan oleh shopee, uang saya kembali dan masuk ke dalam shopee pay. Berdasarkan pengalaman saya tersebut, saya semakin yakin dan merasa aman untuk berbelanja di shopee. Dan ini merupakan salahsatu bentuk keberhasilan layanan yang diberikan dari pihak shopee.

 

 


Referensi

https://money.kompas.com/read/2021/10/27/164812826/mengenal-shopee-paylater-bunga-skema-cicilan-dan-dendanya?page=all

http://haniassegaf.blogspot.com/2019/03/

http://iqbalvolka.blogspot.com/2019/03/penggunaan-itilinformation-technology.html

 









Minggu, 24 April 2022

Analisis Pelayanan Publik Milik Pemerintah Terkait MLSI

 

ANALISIS MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI

Jak Lingko


 

Jak Lingko adalah suatu sistem transportasi yang terintegrasi baik rute, manajemen, maupun pembayarannya. Tidak hanya melibatkan antarbus besar, medium, dan kecil  TransJakarta, integrasi ini juga melibatkan transportasi berbasis rel yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti MRT dan LRT.

 

Nama Jak Lingko sendiri diambil dari dua makna kata, yaitu Jak yang berarti Jakarta dan Lingko diambil dari sistem persawahan tanah adat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang bermakna jejaring atau integrasi . Nama ini  mencerminkan makna sistem transportasi terintegrasi yang sedang dibangun di Ibu Kota.

 

Untuk mengintegrasikan moda transportasi publik akan melibatkan banyak hal sehingga bukanlah perkara mudah, mulai dari integrasi fisik (integrasi antara halte dan stasiun) integrasi rute, integrasi jadwal, sampai integrasi pembayaran dan data. Peran Jak Lingko akan fokus pada integrasi pembayaran dan data transportasinya.

 

 

Layanan Sistem Informasi Jak Lingko

Program JakLingko dipermudah dengan kehadiran Aplikasi JakLingko. Dengan mengusung konsep Mobily as a Service (MaaS) sebagai layanan integrasi mobilitas tunggal, kini Anda dapat menggunakan Transportasi Publik secara lebih praktis dan mudah. Dimana, sesuai dengan konsep tersebut (MaaS), aplikasi JakLingko memudahkan pengguna untuk memantau, merencanakan, memesan, dan membayar tiket dengan berbagai moda Transportasi melalui satu aplikasi. Melalui aplikasi JakLingko, user dapat mengetahui rute tercepat dan termurah yang ingin digunakan juga dapat menyesuaikan waktu perjalanan, jadwal keberangkatan, dan moda transportasi publik yang dipilih sesuai kebutuhannya.

Saat ini, aplikasi JakLingko telah terintegrasi dengan berbagai moda seperti Transjakarta, MRT dan LRT yang bisa digunakan dengan satu sistem pembayaran yang terintegrasi. Kehadiran aplikasi ini semakin praktis karena akan menggunakan metode pembayaran elektronik sehingga dapat mendukung upaya digitalisasi transportasi publik di Jakarta. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengadakan sosialisasi layanan transportasi terintegrasi Jak Lingko bekerja sama dengan Motion Radio 97.5 FM yang dilaksanakan pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Sarinah, Jakarta. Generasi milenial merupakan salahsatu target sosialisasi jak Lingko agar lebih tertarik menggunakan transportasi umum untuk menunjang mobilitasnya. Hal ini dilakukan guna menarik minat masyarakat Jakarta agar semakin mengenal Jak Lingko sebagai Layanan transportasi umum terintegrasi yang mudah, aman, dan nyaman.

Penetapan tarif yang terbilang murah pun, merupakan bentuk strategi untuk menarik minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.Metode tarif yang diterapkan terbilang unik dan menguntungkan, karena  cukup membayar Rp5.000 dalam tiga jam untuk bertransportasi menggunakan transportasi berbasis jalan seperti BRT Transjakarta, Metrotrans, Minitrans, dan Mikrotrans. Hal ini tentu akan lebih mudah dibandingkan melakukan pembayaran konvensional yang terpisah di masing-masing moda.

 

Tampilan Website JakLingko :


 



Tampilan Aplikasi Mobile JakLingko :


 


 

User interface pada aplikasi Jak Lingko terbilang sudah cukup baik dan user friendly, dimana pada menu home terdapat fitur untuk mencari moda transportasi terdekat dengan kita, terdapat juga fitur peduliLindungi yang memudahkan pengguna untuk melakukan scan QR Code pada saat memasuki stasiun maupun halte.



Terdapat pula fitur untuk membeli tiket, dengan hanya memilih titik keberangkatan dan titik tujuan. Maka dari dua titik ini, aplikasi Jak Lingko akan memberikan rekomendasi moda transportasi yang tersedia lengkap dengan tarif yang dikenakan, estimasi kedatangan dan ketibaan di tempat tujuan. Sehingga dari pilihan yang tersedia, pengguna dapat memilih moda transportasi yang akan digunakan. Setelah itu, akan muncul QR Code yang bisa dipakai untuk pembayaran semua moda transportasi yang dipilih.

 



Aplikasi Jak Lingko saat ini juga terdapat fitur commerce & payment, yang menyediakan fasilitas untuk pembayaran listrik, BPJS, dan lain sebagainya. Jak Lingko juga menyediakan fitur customer care yang dapat membantu customer bila ada keluhan dan lain sebagainya. Pada aplikasi ini Jak Lingko sudah cukup memberikan pelayanan yang cukup baik kepada pengguna. 

Dalam menciptakan loyal customer dan juga meningkatkan penggunaan moda transportasi umum di masyarakat, Jak Lingko terus melakukan inovasi-inovasi . Seperti memberi penawaran diskon kafe dan restoran, dan juga tiket wisata lewat aplikasi integrasi transportasi umum tersebut. Selain itu, dalam pengembangan aplikasi JakLingko akan memasukkan infromasi sejarah, perkotaan, atau wisata sesuai titik tujuan pengguna.

 

 

Referensi :

https://pingpoint.co.id/berita/sosialisasi-jak-lingko-layanan-transportasi-terintegrasi/

https://dishub.jakarta.go.id/naik-transportasi-publik-semakin-praktis-dengan-aplikasi-jaklingko-2/

https://smartcity.jakarta.go.id/blog/452/ke-mana-pun-di-jakarta-jadi-lebih-mudah-dengan-jak-lingko

https://wartakota.tribunnews.com/2021/09/09/inovasi-dari-jak-lingko-saat-memesan-ojek-online-bisa-sekalian-pesan-tiket-krl-atau-transjakarta?page=2

https://www.itworks.id/38402/lebih-dekat-mengenal-jaklingko-dari-peran-hingga-inovasinya.html

Selasa, 22 Maret 2022

ANALISIS MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN GOJEK




GO-JEK merupakan sebuah perusahaan transportasi ojek, dimana menyediakan jasa angkutan. Gojek didirikan pada tahun 2010 oleh Nadiem Makarim berdasarkan pengalaman pribadi nya pada saat menggunakan transportasi ojek. Gojek sudah tersedia di 50 kota di Indonesia, bahkan di negara lainnya juga. Gojek merupakan solusi yang tepat untuk mengirim barang, memesan makanan, berbelanja, dan juga berpergian karena gojek memiliki banyak fitur-fitur didalamnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sebagai contoh, fitur go-food untuk melakukan pemesanan makanan, atau fitur go-mart untuk berbelanja. Gojek saat ini, sangat mempermudah pekerjaan manusia sehari-hari nya.  

Information Technology Infrastructure Library (ITIL)

 

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library merupakan sebuah rangkaian yang berkonsep dalam pengelolaan infrastruktur, pengembangan, dan operasi teknologi informasi (TI)  . ITIL merupakan sebuah rangkaian buku yang membahas tentang pengelolaan (TI). ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting berupa daftar cek, tugas, dan juga prosedur yang menyeluruh dimana dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI).

ITIL dikembangkan pada tahun 1980-an , dan meluas penggunannya pada versi keduanya (ITIL v2) yaitu pada pertengahan 1990-an. Lalu, pada 30 Juni 2007, ITIL (ITIL v3) diterbitkan oleh OGC (Office of Government Commerce) yang terdiri dari lima bagian dan menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah :

1.    Service Strategy

2.    Service Design

3.   Service Transition

4.    Service Operation

5.    Continual Service Improvement

 

Berikut adalah hasil analisis perusahaan Gojek berdasarkan kelima bagian dari ITIL (Information Technology Infrastructure Library) :


Service Strategy

Gojek memiliki berbagai macam strategi untuk menarik konsumen, salahsatu nya yaitu gojek menetapkan tarif yang cukup murah jika dibandingkan dengan tarif ojek pangkalan pada umumnya. Dengan tarif yang cukup murah ini, banyak orang yang tertarik untuk menggunakan gojek. Selan dari penetapan harga, gojek juga melakukan startegi dengan melakukan promosi dengan memanfaatkan teknologi saat ini, yaitu menggunakan media sosial, internet, radio, dan lain sebagainya. Selain itu, untuk menarik pelanggan lebih banyak lagi gojek menggunakan teknik cross sell and up sell yaitu dengan bekerja sama dengan para mitra perusahaan yang dapat memanfaatkan layanan gojek untuk perusahannya. Gojek juga menggunakan strategi untuk mempertahankan pelanggan agar dapat terus menggunakan layanan nya dengan cara menerima keluhan dan saran dari pelanggan agar dapat menciptakan loyal customer.

 

Service Design

Service design merupakan hasil tindakan dari strategi yang  dihasilkan pada tahap service strategy. User interface dalam aplikasi Gojek sudah sangat baik dengan beberapa fitur yang disediakan. Gojek menggunakan cloud server agar data dapat keluar masuk secara realtime, dengan storage yang besar serta menerapkan enskripsi agar data hanya dapat digunakan oleh yang berkepentingan saja. Gojek juga menyediakan metode pembayaran menggunakan Go-Pay, dimana merupakan metode pembayaran non-tunai sehingga dapat menjadi solusi bagi para pengguna bila tidak memegang uang tunai pada saat itu. Selain itu, terdapat fitur terbaru Go-Nearby yang sangat mempermudah pengguna. Go-Nearby menghubungkan pengguna dengan merchant Go-Food yang menerima pembayaran via Go-Pay yang terdekat  berdasarkan lokasi. Selain itu, Go-Jek juga memperkaya fitur baru yang ada di bawah naungan Go-Life. Di antaranya ada Go-FixGo-Laundry, dan Go-Daily. Kehadiran fitur tersebut semakin mempermudah pengguna dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari nya.

Service Transition

Dalam hal ini, gojek melakukan inovasi-inovasi baru dengan mengikuti perkembangan jaman dan memberikan kenyamanan kepada pengguna dengan adanya pembaharuan yang dibuat. Pada saat awal didirikan, gojek hanya lah sebuah pangkalan ojek berbasis online yang menggunakan sistem call center. Lalu, gojek berinovasi seiring berjalannya waktu, bertambah menjadi layanan pemesanan makanan dan pengiriman barang. Hingga sampai saat ini, fitur-fitur gojek semakin beragam dengan kegunaannya masing-masing yang sangat mempermudah masyarakat dalam kegiatan sehari-hari nya. Selain itu, Gojek menghubungkan seluruh cabang kedalam suatu jaringan untuk memudahkan koordinasi serta pertukaran informasi internal perusahaan. Gojek juga menyediakan informasi mengenai driver berupa nama, foto, kepada customer  untuk menciptakan kenyamanan dan kepercayaan  costumer sendiri.  


Service Operation

Pada tahap ini, dimana merupakan suatu tahapan operasional layanan TI sehari-hari . Dalam hal ini , kita dapat melihat apa saja yang menjadi kebutuhan Gojek bagi para pelanggan. Seperti, kebutuhan peralatan berupa motor, helm, dan jaket. Fitur chat yang dapat memudahkan komunikasi antara driver dengan customer. Lalu, pada pengiriman barang dengan Go-Send dipastikan driver memfoto barang sebagai bukti bahwa barang telah diantar dalam keadaan baik. Gojek juga menyediakan penilaian berupa rating bintang dari perjalanan, pemesanan, maupun pengiriman untuk menilai performa driver dan menyediakan ruang bagi para customer untuk memberikan review agar bila terdapat keluhan atau laporan bisa ditindak lanjuti oleh perusahaan gojek. Hal ini tentunya menjamin keamanan kepada customer Gojek . Selain itu, dalam hal kebutuhan aplikasi dibutuhkan username dan password pengguna untuk membuat akun Gojek.

Continual Service Improvement

Agar perusahaan mampu berjalan berkelanjutan, diperlukannya peningkatan dan pemeliharaan layanan. Dalam hal ini, konsumen memiliki peran besar untuk menilai dan memberikan rekomendasi layanan kepada orang lain. Sehingga, perlu dilakukan peningkatan kualitas layanan agar konsumen tetap terus mempercayai serta menggunakan layanan dengan setia. Riset perlu dilakukan oleh perusahaan untuk melihat apa yang menjadi dominan dari layanan itu sendiri. Seperti, selalu memperbaharui promo menarik pada Go-Food, bekerja sama dengan bank untuk memberikan cashback ataupun diskon untuk pelanggan Go-Jek.

 

Referensi : 

https://octavianuspratama.w ordpress.com/2019/05/22/contoh-perusahaan-yang-menggunakan-manajemen-layanan-sistem-informasi/

https://naufalnurihsanmlsi.blogspot.com/2019/03/analisa-teknologiinfrastruktur.html

http://anindahmn.blogspot.com/2018/04/5-domain-servis-strategi-manajemen.html

http://rizkibagjam.blogspot.com/2018/03/manajemen-layanan-sistem-informasi.html


Minggu, 23 Mei 2021

CERPEN TENTANG MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

 14 Hari


Di kepadatan lalu lintas ibukota, gadis bertubuh tinggi dan memiliki rambut terurai berwarna

hitam pekat tengah sibuk mencari gadgetnya yang berada di dalam tas jinjingnya yang penuh dengan 

barang itu. Gadis yang bernama Yolanda ini semakin terlihat panik mencari dimana letak gadgetnya 

sehingga tidak menyadari bahwa lampu penyebrangan jalan belum menunjukkan warna hijau. 

Yolanda melangkahkan kaki nya ke jalan dimana kendaraan masih berlalu lalang. Ia belum sadar juga 

hingga ia mendengar suara teriakkan seseorang yang menyeru kepadanya di sebrang jalan “Woii! 

Awas bodoh! Belum hijau” makian itu terdengar berbarengan dengan suara klakson mobil yang 

seketika menabrak tubuhnya. Tubuhnya terpental hebat sehingga ia tidak menyadari apapun yang 

terjadi pada dirinya setelahnya kecuali keluhan seorang cowok yang menghampirinya “haduh,ceroboh 

banget sih!”

    Kedua mata Yolanda terbuka perlahan tetapi keningnya terasa pusing sekali, ia kebingungan 

menyadari dirinya bangun dalam keadan berada di ruangan yang berebau obat dan dingin. Sempat ia 

kebingungan dimana dirinya berada hingga tiba-tiba ia teringat bahwa ia baru saja mengalami 

kecelakaan. Ia mengangkat tubuhnya yang hampir tak berdaya itu sekuat tenaga untuk sekadar duduk 

dan sedikit merenungkan atas apa yang telah terjadi. Belum sepenuhnya badan itu ia dudukkan, 

dilihatnya seorang lelaki muda yang memasuki ruangan dengan raut muka sedikit terkejut. “Loh,udah 

bangun? Hati-hati, mau ngapain?” Seru nya sambil membantu Yolanda mendudukkan badan. Yolanda 

terlihat sedikit bingung, tetapi setelahnya ia berusaha untuk bersikap biasa saja . “Ahaha engga, mau 

duduk aja. Cape tiduran terus” jawabnya berbasa basi. “Yaiyalah, lo udah tidur 5 hari! Apa ga bosen 

tuh mata ketutup aja.” ucapan lelaki itu membuat Yolanda semakin kaget dan bingung. Raut muka 

Yolanda terbaca oleh lelaki muda ini, lantas lelaki ini pun dengan segera menjelaskan . “Lo koma 

udah 5 hari, tiap hari gue dateng kesini. Ibu lo maksa mau ngurusin lo disini tiap hari, tapi gue larang 

karena ternyata lo punya adik kecil yang gabisa ditinggal. Jadi ya, gitu.” Pernyataan lelaki tersebut 

membuat Yolanda terkejut. Segera Yolanda menyadari bahwa lelaki tersebut adalah seseorang yang 

menabraknya beberapa hari yang lalu. “Oiya,gue Abim” Ucap lelaki itu. 

Setelah Yolanda sadar dari koma nya, setiap pagi dan malam hari Abim menjenguknya dan setiap hari  pula Abim menanyakkan bagaimana keadaan Yolanda. Abim yang selalu membantu Yolanda sarapan, 

dan Abim juga yang membantunya minum berbagai macam obat karena tubuh Yolanda yang belum 

100% pulih dan masih membutuhkan bantuan untuk sekadar duduk atau kembali berbaring. Yolanda 

merasa Abim adalah lelaki yang sangat baik hati, sesekali ia merasa tidak enak hati karena hari-hari 

Abim harus mengurus dirinya itu. Padahal, Yolanda merasa bahwa dirinya lah yang sepenuhnya salah 

atas kecelakaan tersebut. Tapi mau bagaimana lagi, mau mengandalkan siapa lagi. Ia tidak bisa 

mengandalkan ibu nya yang harus mengurus adiknya yang masih kecil, dan ia juga tidak bisa 

mengandalkan ayah nya yang sangat sibuk dengan pekerjaannya.Hari-hari dirumah sakit berlalu dengan rutinitas melihat Abim pagi pagi buta menjenguk dirinya, 

menanyakan keadaan dirinya, dan membantu dirinya sarapan. Lalu siang hari Abim izin pamit pergi 

kerja dan kembali lagi pada malah hari dengan selalu membawa buah buahan segar dan berbagai 

macam makanan yang dapat membantu mempercepat pemulihan. Menyemangati Yolanda setiap 

malam sambil membawa Yolanda dengan kursi roda ke taman rumah sakit agar tidak jenuh. Dan 

selalu memberi kata kata penyemangat kepada Yolanda sebelum dirinya meninggalkan ruang rawat 

inap yang bernomor 102 tersebut. “Semangat Yolanda! Lo cewek kuat! Dikit lagi pasti sembuh, gue 

balik dulu ya! Besok gue liat lo pokoknya udah seger ya!” Kalimat tersebut rutin Abim ucapkan.

“Yol, kenapa sih gapernah mau makan sayurannya? Makan dong biar cepet sembuh!” Abim 

mengerutkan keningnya melihat Yolanda menyingkirkan brokoli mini itu ke pinggiran piring.

“Ga ah, mual gue kalo makan sayuran” ujar Yolanda.

“Terus gimana mau cepet sembuh, Yolandaaa” seru Abim sambil melotot kecil kearah Yolanda.

Seketika Yolanda terdiam dan mematung, tetapi dirinya berusaha untuk bersikap biasa saja. Tetapi 

tanpa ia sadari ia tersenyum kecil mendengar perkataan Abim tersebut. Tidak lama kemudian 

terdengar suara dering hp yang terdengar dari saku jaket yang Abim kenakan malam itu . Tangan 

Abim yang gagah itu segera merogoh handphone di dalam sakunya. Senyum manis terukir di wajah 

Abim setelah ia mengangkat telepon tersebut.

“Siapa?” Tanya Yolanda.

“Eh, mmaksudnya..” lanjut Yolanda mengoreksi ucapannya.

“Ehmm,Yol! Malem ini gue agak cepet ya baliknya, gapapa ya?” Abim izin untuk pulang lebih awal 

dari biasanya. Saat itu jam baru menunjukkan pukul 19:00 malam, biasanya Abim pulang ketika jam 

menunjukkan pukul 22:00 malam.

Yolanda menganggukkan kepalanya tanda ia mengizinkan Abim untuk pulang. Sebenarnya, Yolanda 

pun tidak mengharuskan Abim untuk setiap hari mengunjungi dirinya. Ini semua murni keinginan 

Abim yang sedari awal memang sudah dijelaskan olehnya.

Malam itu terasa sunyi bagi Yolanda tanpa Abim. Malam itu terasa sedikit berbeda. Tidak ada yang 

memaksanya untuk makan buah, tidak ada yang memaksanya untuk minum sari kurma yang tidak 

disukai nya, dan tidak ada ucapan semangat untuk dirinya malam itu. Yolanda sangat merakasan 

perbedaan malam itu dengan 14 malam sebelumnya yang sudah ia rasakan. Rasanya hampa. Seperti 

ada yang hilang.

Keesokan pagi nya, pintu kamar inap Yoland diketuk dari luar. Yolanda yang awalnya tengah fokus 

menonton siaran berita di televisi kini beralih pada ketukan pintu kamar inapnya.

“Ngapain ngetuk bim? Biasanya juga langsung masuk sambil nyerocos semangat semangat” Teriak 

Yolanda dengan semangat.

Pintu itu pun terbuka, Yolanda terkejut ternyata sosok yang mengetuk pintu itu bukanlah Abim, 

melainkan seorang wanita cantik dengan jas putih nya yang menambah kecantikan wanita tersebut. 

Ya, wanita itu adalah dokter yang selama ini menangani Yolanda. Dokter bernama Bianca itu pun 

tersenyum melihat Yolanda.“Halo Yolanda, gimana keadaannya? Hehe, maaf ya saya bukan orang yang kamu tunggu. Oh iya, 

kabar baik nih Yolanda! Kalau besok pagi kamu udah boleh pulang loh” Ucap dokter Bianca tanpa 

menghilangkan senyuman dari wajahnya.

“Ooh dokter Bianca ya, hehe. Tumben dok kesini pagi pagi, biasanya agak siang dikit” Ujar Yolanda 

sedikit menahan malu karena ia terlanjur menyebutkan nama Abim, padahal ternyata yang datang itu 

dokter Bianca.

“Iya, saya datang disini untuk memberi kanar gembira saja. Dan melakukan pengecekkan terakhir 

sebelum kamu pulang, makanya jadwalnya beda” ujar dokter Bianca.

Setelah check up sebentar, dokter pun meninggalkan kamar inap Yolanda. Bukannya senang 

mendengar kabar dari dokter Bianca, Yolanda malah memikirkan hal lain. Ya, kemana Abim? 

Biasanya pagi pagi buta, Yolanda sudah melihat Abim memasuki kamarnya dan berteriak kecil 

menyemangati dirinya lalu membantunya untuk makan sarapan. Tapi, sekarang Abim belum juga 

datang padahal hari sudah siang. Yolanda tiba tiba kepikiran untuk menelpon Abim, tapi ia langsung 

ingat bahwa ia belum mengetahui nomor telpon Abim. Pagi ke malam Yolanda tidak berhenti 

memikirkan Abim yang entah kemana perginya. Aneh menurut Yolanda, karena ia seperti merasakan 

kehilangan.

Malam hari, Yolanda yang sudah cukup pulih mencoba untuk berjalan sendiri ke taman rumah sakit 

karena dirinya merasa rindu dengan taman tersebut. Tetapi, ketika ia membuka pintu kamar inap, 

terlihat sosok lelaki yang selama ini ia tunggu kehadirannya berdiri dengan raut muka terkejut.

“Loh? Mau kemana Yol? Heh, udah malem loh.” Ucap Abim terdengar khawatir, ia lalu mengajak 

Yolanda kembali ke dalam kamar.

“Bim, gue jenuh, mau ke taman.” Yolanda menolak Abim yang menuntunnya untuk kembali masuk 

ke kamar .

Abim yang langsung mengerti pun segera menuntun Yolanda ke taman rumah sakit dan duduk di 

bangku taman yang menghadap kearah jalanan malam yang dipenuhi dengan lampu-lampu kendaraan.

“Besok gue udah boleh pulang,Bim.” Yolanda memulai pembicaraan langsung sesaat setelah mereka 

berdua duduk di bangku taman.

“Oh ya? Bagus dong?! Akhirnya, nah liat kan lo bisa sembuh, seneng gue dengernya.” ucap Abim 

tersenyum lebar ke arah Yolanda.

“Kok dari kemarin lo baru muncul sih Bim? Lo kemana aja?” Tanya Yolanda kemudian.

“Iya, kemarin cewek gue ngajakin makan malam gitu, terus pagi nya gue kelelahan karena malam 

minggu kemarin tuh macet bangett jalanan. Haduuh . Maaf ya Yol, gue cape banget tadi pagi.” 

Pernyataan Abim membuat Yolanda terkejut.

Yolanda terkejut mendengar kata ‘cewek’ dalam pernyataan Abim tersebut. Sontak ia kembali 

bertanya kepada Abim.

“Lo punya cewek? Sejak kapan?” Tanya Yolanda.

“Yaa, udah dua tahunan. Kenapa Yol?” Abim terlihat bingung melihat ekspresi tidak menyenangkan yang ditunjukkan Yolanda kepadanya.

“Gue pikir, lo merasakan apa yang gue rasain juga Bim. Gue pikir 14 hari lo ngerawat gue, jagain 

gue, kasih semangat ke gue, kasih senyuman manis lo ke gue, itu ada artinya. Ternyata lo punya 

cewek. Kenapa lo gak bilang ke gue,Bim? Gue jadi nyesel udah ngizinin perasaan ini dateng ke gue.” 

Abim melihat genangan air mata pada mata Yolanda. Abim semakin kebingungan dibuatnya.

“Yol, gue cuma tanggung jawab atas apa yang menyebabkan lo koma dan harus menjalani perawatan 

selama 14 hari ini. Bokap gue selalu mengajarkan gue tentang tanggung jawab dalam hal sekecil 

apapun. Bokap gue gamau anaknya tidak memiliki rasa tanggung jawab atas apa yang telah dia 

lakukan. Dalam hal sekecil apapun, tanggung jawab itu akan selalu ada dalam kehidupan. Dan bokap 

gue selalu bilang ke gue ‘laki-laki kalau gabisa bertanggung jawab itu sebenar-benarnya sampah’ . 

Dan, selama 14 hari ini, gue berusaha gimana pun caranya untuk bertanggung jawab karena gue udah 

nabrak lo, jadi gue harus nemenin lo sampai sembuh!” Mendengarnya, membuat Yolanda semakin 

berderai air mata. Sebenarnya dirinya juga paham, ini merupakan bagian dari tanggung jawab Abim.

“Bim, cara lo ngasih ucapan semangat ke gue, kenapa harus seperti terdengar sangat tulus dan beda? 

Harusnya biasa aja,Bim. oiya, kenapa lo sampe sebegini nya, padahal gue juga salah, main nyebrang 

gitu aja.” Jelas Yolanda sambil menyeka air matanya.

“Seseorang cepat sembuh, itu juga tergantung dari mental dan pikiran dirinya sendiri. Gue berusaha 

buat bikin lo selalu merasa bahagia dengan gue beri ucapan semangat . Gue beneran tulus 

ngucapinnya. Dan soal lo salah, iya lo juga salah. Tapi, mobil gue pada saat itu juga terlalu ngebut 

makanya keadaan lo sampe separah itu, dan menurut gue inilah bentuk tanggung jawab yang harus 

gue kasih ke lo.”

Yolanda terus menangis dan menyeka air matanya, malam itu terasa sangat panjang. Ia masih belum 

siap mendengar perkataan Abim itu. Ia menyesal telah membiarkan hati nya merasakan perasaan yang 

bahkan tidak sedikit pun terbalaskan. Ternyata 14 hari yang ia rasakan, tidak sama dengan 14 hari 

yang Abim sebenarnya rasakan. Abim hanya menjalankan tanggung jawabnya. Tidak lebih.

“Terus, cewe lo tau apa engga? 2 minggu lo ngabisin waktu lebih banyak untuk gue, bahkan gue gak 

pernah liat lo telponan.” Tanya Yolanda setelah dirinya berhenti menguraikan air mata.

“Cewek gue udah tau, dan itu lah hebatnya dia, dia percaya sama gue. Dia juga bilang, ya memang ini 

yang harus gue lakuin. Gue sama dia bukan tipikal pasangan yang tiap malam telponan, gue sama dia 

juga nge-date itu bisa 2 minggu sekali. Tapi, hal itu sama sekali tidak meregangkan hubungan gue dan 

dia. Gue udah sayang banget sama dia, begitupun dia ke gue.” Ucap Abim menjawab pertanyaan

Yolanda.

Malam itu, malam kepedihan bagi Yolanda. Tidak disangka ia justru harus menerima kenyataan pahit 

ketika dirinya sudah pulih. Tetapi bagaimana pun juga, berkat Abim ia mengerti tentang arti tanggung 

jawab. Ternyata taggung jawab memang tidak bisa lepas dari manusia. Sebuah kewajiban bagi 

manusia manusia yang sadar akan hal itu. Yolanda memang sudah sembuh dari kecelakaan, tetapi 

tidak disangka ia malah mendapatkan luka baru di hati nya. 



oleh : Natasya Wulandari 

Selasa, 19 Januari 2021

Makalah Analisa Jurnal Penanggulangan Kemiskinan dengan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna

 

MAKALAH  ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN KEMISKINAN

ILMU SOSIAL DASAR

ANALISA JURNAL

PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA

 

 

NATASYA WULANDARI (10120839) 1KA11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2020/2021





--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB I

PENDAHULUAN

1.1   LATAR BELAKANG

Berbagai kebijakan penanggulangan kemiskinan telah banyak diupayakan oleh pemerintah antara lain penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG). Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk keberhasilan penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan TTG (Craty dan May, 1995 dalam Hikmat 2004), dan untuk mendukung keberhasilan penanggulangan kemiskinan dengan TTG perlu dilakukan pendampingan secara berkelanjutan (UU No18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup). Salah satu kebijakan penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi di Kabupaten Banyumas Purwokerto adalah penempatkan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPA), yaitu Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dirancang untuk membantu perajin tahu dalam kategori miskin dengan mengolah air limbah tahu menjadi biogas. Biogas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak, sehingga perajin tahu diharapkan tidak perlu lagi mengeluarkan beaya untuk membeli bahan bakar minyak. Namun demikian kenyataan menunjukkan bahwa penempatan IPAL untuk penanggulangan kemiskinan belum berhasil dengan baik karena beberapa faktor; kurangnya partisipasi perajin tahu dalam memanfaatkan IPAL yang terejawantah dalam bentuk-bentuk perilaku : tidak bersedia membayar iuran perawatan IPAL, membuang sampah dan kotoran hewan menjadi satu dengan limbah, jarak rumah dengan pembuangan sampah dan kotoran hewan terlalu dekat. Selain rendahnya partisipasi perajin tahu untuk memanfaatkan IPAL. belum diupayakan pendampingan secara profesional Atas dasar alasan tersebut, maka dilakukan kajian tentang penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan TTG, dengan fokus perhatian pada perajin tahu dalam kategori miskin di Dusun Grumbulmunthuk, kemudian menentukan alternatif kebijakan penanggulangan kemiskinan dengan meningkatkan partisipasi perajin tahu dalam memanfaatkan IPAL. Pendampingan bagi perajin tahu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan IPAL dengan menempatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) kiranya dapat dijadikan salah satu alternatif kebijakan penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan TTG/IPAL. Dengan mengetengahkan berbagai permasalahan tentang penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan TTG/IPAL.

 

 

1.2   RUMUSAN MASALAH

1. Faktor-faktor  apakah yang berkaitan dengan partisipasi perajin tahu dalam memanfaatkan TTG/IPAL

2. Bagaimanakah bentuk pendampingan yang harus dilakukan untuk meningkatkan     partisipasi  perajin tahu?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor yang berkaitan dengan partisipasi perajin tahu dalam pemanfaatan TTG/IPAL, mengetahui alternatif kebijakan penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan TTG/IPAL pada perajin tahu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi; Kementerian Sosial khususnya Ditjen Dayasos dan Gulkin, serta Kementerian Riset dan Teknologi dalam rangka pengembangan kebijakan penanggulangan kemiskinan pada umumnya, secara khusus penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan TTG /PAL. 

 

 

 

 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bab II

ISI

 

1.       Partisipasi Perajin Tahu dalam Memanfaatkan IPAL

Dusun Grumbulmuntuk adalah salah satu wilayah di Desa Sokaraja Tengah, Kecamtan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Dusun Grumbulmuntuk terdiri dari 6 RT. Kawasan RT 03 adalah salah satu wilayah yang dipilih oleh Pemerintah Daerah Kab. Banyumas untuk penempatan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL).  dengan alasan, bahwa Grumbulmunthuk yang dihuni oleh 110 kepala keluarga, 25 kepala keluarga diantaranya adalah sebagai perajin tahu . Dari 25 kepala keluarga perajin tahu tersebut seluruhnya belum memanfaatkan IPAL. Dilihat dari kondisi ekonomi, sebagian warga di Dusun Grumbulmuntuk termasuk dalam kategori kurang sejahtera, keterbatasan penghasilan yang berkisar antara Rp 30.000,00-Rp 40.000,00 per hari. Lebih kecil dari yang ditentukan oleh BPS (2014) yang menentukan kategori miskin dengan pendapatan kurang Rp 447.797,- per bulan per orang. Proses pembuatan tahu dikerjakan oleh keluarga, minimal dua orang anggota keluarga yang bekerja dari jam10. 00 sampai selesai jam 15.00. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari sebagai pekerjaan warisan dari orang tua. Penghasilan yang diperoleh menjadi tidak sebanding dengan lamanya waktu yang diperlukan untuk bekerja. Untuk mencukupi kebutuhan sekolah, orangtua harus melakukan pekerjaan sampingan; sebagai buruh bangunan, buruh cuci dan beternak kambing. Tingkat pendidikan, di wilayah RT 03 di desa Grumbulmunthuk diketahui, bahwa sebagian besar 60 persen mengenyam pendidikan setingkat SD dan 40 persen berpendidikan SLTP. Rendahnya tingkat pendidikan dalam kenyataan berakibat pada rendahnya pengetahuan dalam memanfaatan IPAL. Hasil pengamatan langsung di desa Grumbulmunthuk diketahui, bahwa kondisi lingkungan perumahan para perajin tahu ternyata cukup padat dan relatif kumuh dengan kemanfaatan selain digunakan sebagai tempat hunian digunakan pula sebagai tempat usaha yakni kegiatan pembuatan tahu, kandang ternak dan pembuangan sampah. kemiskinan yang dialami oleh perajin tahu berakibat pada rendahnya partisipasi untuk memanfaatkan TTG/IPAL. Rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan perajin tahu tentang pemanfaatan IPAL, belum adanya kesiapan masyarakat untuk menerima program, serta lemahnya kerja sama lintas sektoral dalam penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan TTG/IPAL, merupakan berbagai faktor yang Jurnal PKS Vol 14 No 3 September 2015; 317 - 328 321 berkaitan dengan partisipasi perajin tahu dalam memanfaatkan TTG.

Hasil penelitian Wahyu Setyawati, Tity (2010) menyimpulkan terdapat hubungan antara pendidikan dan pendapatan terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dengan memanfaatkan Teknologi Tepat Guna. Dari hasil wawancara, ternyata partisipasi perajin tahu berpedidikan SD (15 orang) dengan tingkat partisipasi rendah dan berpendidikan SLTP (10 orang) cukup. Tingkat partisipasi terbagi menjadi cukup dan rendah. Untuk kategori cukup, bentuk partisipasi yang dilakukan masih sebatas pada pemanfaatan IPAL dan pemasok limbah, belum sampai pada perawatan, pembayaran iuran dan ikut serta dalam kegiatan kelompok. Untuk partisipasi yang rendah, bentuk partisipasi yang dilakukan sebatas pada pengguna biogas. Terkait dengan rendahnya pendidikan perajin tahu, hal ini disebabkan karena rendahnya pendidikan orangtua, dan keterbatasan pengetahuan orangtua tentang arti pentingnya pendidikan bagi anak. Sejak usia sekolah, anak-anak sudah belajar membuat tahu dan berjualan di pasar. Kondisi yang demikian semakin nyata kebenarannya, dari hasil wawancara dengan perajin tahu yang menyatakan bahwa pekerjaan sebagai perajin tahu telah dilakukan bertahun-tahun secara turun temurun dari nenek sampai ke anak cucu. Wawancara dengan salah seorang perajin tahu yaitu (DN: bukan nama sebenarnya) yang berpendidikan SD dengan tingkat partisipasi rendah, terungkap perihal keikutsertaanya untuk perawatan IPAL dan pemeliharaan lingkungan tempat tinggal, maka jawaban yang diberikan adalah saya biasa membuang sampah dan kotoran hewan di dekat rumah dan menjadi satu limbah tahu. Selain itu juga belum memanfaatkan IPAL, untuk pembuatan tahu dia memilih menggilingkan kedelai di tempat lain. Hal ini dilakukan karena menurutnya ongkosnya lebih murah. Sedang untuk perawatan IPAL, mereka yang berpendidikan SD mengaku tidak mampu membayar iuran, karena pendapatan yang diperoleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal. Menjadi faktor rendahnya partisipasi perajin tahu untuk memanfaatkan IPAL.  Kurangnya pengetahuan dalam perawatan IPAL terlihat dengan perilaku; kurang peduli terhadap kerusakan pada saluran pipa gas, belum melakukan komunikasi dan konsultasi dengan BLH selaku pembuat program, dan belum ada kesanggupan membayar iuran perawatan IPAL secara rutin. Hal ini terungkap dari pernyataan ketua RT sebagai ketua kelompok, “Jika terjadi kerusakan pada pipa penyalur gas, hanya ketua kelompok saja yang mengeluarkan biaya untuk membetulkan pipa gas dengan alasan belum mempunyai cukup uang untuk membayar iuran”. “sebagai pemanfaat IPAL sebagaian dari mereka belum mau meluangkan waktu untuk ikut serta memperbaiki dengan alasan tidak ada waktu” . Diungkapkan pula bahwa masuknya teknologi baru, tidak serta merta membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi acapkali membebani masyarakat baik secara mental (ketidakmampuan skill) maupun materiil dan menimbulkan beban biaya yang tidak mampu dipenuhi masyarakat.

Erat kaitannya dengan tingkat pendidikan adalah penghasilan dan matapencaharian (Sunarti: 2001). Jenis mata pencaharian akan menentukan ada tidaknya waktu luang yang tersedia untuk melakukan berbagai kegiatan di dalam masyarakat. Dari hasil wawancara dengan perajin tahu diketahui penghasilan mereka yang berkisar antara Rp 30.000,00,- sampai Rp 40.000,00,- per hari, dengan jumlah tanggungan keluarga antara lima sampai enam orang, belum memperhitungkan tenaga dan bahan bakar, karena biogas yang dihasilkan belum mampu untuk mengganti bahan bakar pembuatan tahu. Dengan pendapatan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup se hari-hari, perajin tahu mengaku tidak mampu mengeluarkan biaya untuk perawatan IPAL. Perawatan IPAL dan menjaga lingkungan adalah norma yang harus ditaati ketika di lingkungan perajin tahu terdapat IPAL. Hasil pengumpulan data tentang kesiapan perajin tahu dalam pemanfaatan dan perawatan IPAL, diketahui bahwa pemanfaat IPAL pengguna biogas belum mempunyai kesiapan baik secara ekonomi maupun sosial. Ketidaksiapan secara ekonomi dapat diketahui dari keterbatasan kemampuannya dalam mengumpulkan iuran untuk perawatan IPAL. Hasil wawancara dengan 25 orang perajin tahu, diketahui baru 10 orang yang mempunyai kesanggupan untuk membayar iuran perawatan IPAL. Kesiapan secara sosial antara lain terlihat dari belum adanya kebersamaan masyarakat untuk pengelolaan lingkungan dan perawatan IPAL. Hasil wawancara dengan ketua pengelola IPAL diperoleh informasi bahwa kebersamaan perajin tahu untuk perawatan masih rendah. Menghadapi masalah tersebut ketua pengelola IPAL menyatakan: “untuk mengelola Penanggulangan Kemiskinan dengan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (Sri Prastyowati) 324 lingkungan dan perawatan IPAL secara berkelanjutan kami memerlukan pendampingan”.  Pendampingan yang dilakukan bukan sebatas pada perawatan IPAL, lebih dari itu perlu diupayakan pendampingan untuk merubah perilaku yang kurang mendukung keberhasilan pemanfaatan TTG/IPAL.

 

2.       Alternatif kebijakan Penanggulangan Kemiskinan dengan Pemanfaatan TTG

 Kerja sama lintas sektoral: Mengingat masalah kemiskinan adalah masalah nasional yang dalam penanganannnya memerlukan kerjasama antar instansi, maka kerjasama tersebut dapat dilakukan antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Riset dan Tekonologi serta masyarakat pengguna. Di daerah kerjasama dilakukan antara Badan Lingkungan Hidup (BLH) dengan Dinas Sosial dan masyarakat pengguna . Badan Lingkungan Hidup sebagai penentu kebijakan penerapan IPAL dalam pelaksanaannya akan mempersiapkan masyarakat untuk dapat menerima penempatan IPAL sebagai kebutuhan. Untuk perawatan dan pemeliharaan IPAL dibutuhkan partisipasi masyarakat secara aktif. Untuk meningkatkan partisipasi diperlukan perubahan perilaku yang mendukung keberhasilan pemanfaatan IPAL. maka perlu diupayakan pendampingan secara berkelanjutan. Untuk kegiatan pendampingan Dinas Sosial menempatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), adalah pekerja sosial yang telah dibekali dengan ilmu-ilmu sosial murni dan ilmu sosial terpanan. Pendamping dilakukan oleh seorang profesional dan akan berperan sebagai fasilitator, komunikator, dan dinamisator terhadap kelompok untuk mempercepat tercapainya kemandirian (Soegijoko dkepala keluarga, 1997: 179). TKSK sebagai pendamping perajin tahu untuk memanfaatkan IPAL dengan sasaran target pada peningkatan partisipasi perajin tahu akan melakukan peran sebagai berikut. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan sebagai fasilitator , Beberapa tugas yang berkaitan dengan peran ini adalah melakukan mediasi dan negosiasi, memberi dukungan serta melakukan pengorganisasian dan pemanfaatan sumber. Negosiasi dilakukan antara perajin tahu dengan pemangku kebijakan. Berdasarkan hasil konfirmasi dengan TKSK diketahui bahwa selama menjadi TKSK belum pernah melalukan mediasi dan negosiasi berkaitan dengan pendampingan dalam pemanfaatan IPAL. oleh perajin tahu dengan menyatakan “selama penempatan IPAL di wilayahnya belum pernah mendapat pendampingan dari TKSK. Mediasi dan negosiasi dilakukan sebelum dan selama program berlangsung. Sebelum program berlangsung negosiasi dilakukan dalam rangka mendapat informasi terkait dengan kemanfaatan TTG/IPAL bagi perajin tahu, sedang mediasi dan negosiasi selama memanfaatkan IPAL dilakukan jika selama memanfaatkan IPAL perajin tahu menemui masalah.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan sebagai agen perubahan, Hasil wawancara dengan salah seorang perajin tahu (HS) diperoleh informasi bahwa untuk pemanfaatan, perawatan IPAL belum pernah dilakukan penyampaian informasi dan pelatihan secara rutin. Terkait kerjasama antara Badan Lingkungan Hidup dengan Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi dapat dilakukan dengan memfungsikan TKSK untuk menyampaikan informasi dan memberikan latihan keterampilan membangun kerjasama antara perajin tahu dengan aparat Badan Lingkungan Hidup dan aparat pemerintah setempat, di samping itu perlunya bekal pengetahuan tentang kemanfaatan IPAL. Dengan perannya sebagai agen perubahan, TKSK akan melakukan pendekatan baik kepada pembuat kebijakan. Peran sebagai agen perubahan ditujukan pula untuk merubah perilaku perajin tahu dalam memanfaatkan IPAL. Peran TKSK sebagai wakil perajin tahu, Hasil wawancara dengan TKSK diketahui bahwa perannya sebagai pendamping dengan tugas menjadi wakil perajin tahu untuk memobilisasi sumber dan memanfaatkan potensi masyarakat belum dilakukan karena berbagai keterbatasan kemampuan yang dimilki oleh TKSK. Hasil konfirmasi melalui wawancara dengan aparat Dinas Sosial (Dw): diketahui bahwa keterbatasan TKSK terjadi karena kurangnya latihan keterampilan dalam hal menjalin kerjasama untuk mobilisasi sumber dalam penanganan masalah kemiskinan. Dalam realita pendampingan pemanfaatan IPAL belum dilakukan oleh tenaga yang mampu menjadi wakil perajin tahu untuk mendapat informasi secara terkait dengan pemanfaatan IPAL secara berkelanjutan. Berikut penuturan (Pangidin) perajin tahu pemanfaat IPAL: “Kami baru mendapat pendampingan saat penempatan IPAL, untuk pemeliharaan dan perawatan IPALbelum dilakukan pendampingan secara rutin dan terus menerus.”

 

  

 ----------------------------------------------------------------------------------------------

BAB III

PENUTUP

 

3.1 KESIMPULAN

Hasil kajian tentang Penanggulangan Kemiskinan Dengan Pemanfaatan
TTG/IPAL bagi perajin tahu di Dusun Grumbulmunthuk, dapat disimpulkan; bahwa penempatan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) dilingkungan perajin tahu belum dapat dimanfaatkan dengan baik karena beberapa faktor yaitu: Penempatan IPAL dikalangan perajin tahu belum diiringi dengan partisipasi perajin tahu secara memadai atau partisipasi perajin tahu masih rendah. Rendahnya tingkat partisipasi perajin tahu yang disebabkan karena berbagai keterbatasan; rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan dan penghasilan perajin. Dengan berbagai keterbatasan, maka belum ada kesiapan dari perajin tahu baik secara ekonomi maupun sosial. Belum adanya kesiapan secara ekonomi terlihat dari sebagian besar perajin yang belum sanggup untuk membayar iuran pemeliharaan IPAL secara rutin, sedangkan untuk kesiapan secara sosial terejawantah dalam bentuk bentuk perilaku; membuang kotoran hewan manjadi satu dengan limbah tahu, lingkungan rumah tempat tinggal yang kumuh dan berdekatan dengan hewan peliharaan (sapi, kambing). Lemahnya kerjasama antar instansi dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna, kerja sama yang dilakukan masih sebatas regulasi. Dalam pelaksanaannya di daerah belum diupayakan kerja sama dengan melakukan komunikasi dan koordinasi antar instansi terkait.Penempatan tenaga pendamping yang menguasai ilmu pekerjaan sosial terapan, akan menyiapkan perajin tahu untuk menerima program penempatan IPAL untuk mengolah limbah tahu menjadi biogas juga belum dilakukan, begitu pula pendampingan untuk perawatan dan perubahan perilaku perajin tahu.

3.2 SARAN

Mengingat pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna/IPAL yang belum dapat berhasil secara maksimal, maka rekomendasi yang diajukan adalah; Melakukan MOU di tingkat pusat antara Kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Sosial, sedang di tingkat daerah Kabupaten/Kota. MOU dilakukan antara Dinas Sosial Tenagakerja dan Transmigrasi dengan Badan Lingkungan Hidup terkait dengan pemenpatan IPAL yang berkelanjutan. Penempatan dan pemanfaatan IPAL berkelanjutan dapat dilakukan dengan memanfaatkan pendamping yang mampu melakukan penJurnal PKS Vol 14 No 3 September 2015; 317 – 328 327 dekatan kepada masyarakat terkait berubahan perilaku dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat; Bagi Kementerian Sosial selaku penentu kebijakan dalam penanggulangan kemiskinan, perlu mengupayakan pendampingan dengan meningkatkan jumlah dan keterampilan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dalam membangun jalinan kerjasama antar instansi. TKSK sebagai tenaga pendamping dalam penanggulangan kemiskinan hendaknya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait.Melalui koordinasi dan komunikasi dengan Dinas Sosial, Badan Lingkungan Hidup (BLH), serta organisasi sosial fungsional lainnya. TKSK memberikan informasi memanfaatkan dan perawatan IPAL. Pengetahuan dan pemahaman masayarakat tentang kegunaan dan manfaat IPAL akan berpengaruh terhadap perilaku. Dengan pengetahuan dan pemahaman perajin tahu tentang pemanfaatan dan perawatan IPAL, diharapkan terjadi perubahan perilaku untuk memanfaatkan IPAL; Bagi pemerintah daerah, hendaknya melakukan inventarisasi secara berkala tentang potensi wilayah, baik itu berupa sumberdaya manusia maupun sumber daya alam. Inventarisasi potensi sumber daya manusia dapat dilakukan kerjasama antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Masyarakat melalui aparat setempat (RT) memberikan informasi tentang potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimilki dan membuat rencana pemanfaatannya.

 

 

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 DAFTAR PUSTAKA

 

Prastyowati,Sri.(2015). Penanggulangan Kemiskinan dengan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna. Jurnal PKS Vol 14, No 3.

https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:EHt5XucVUwAJ:https://ejournal.kemsos.go.id/index.php/jpks/article/download/1328/735+&cd=2&hl=en&ct=clnk&gl=id